JOGJA INDONESIA HOSPITAL

Sabtu, 30 April 2011

GUNAKAN ANTIBIOTIK SECARA TEPAT

Antibiotik adalah senyawa yang dapat menghambat perkembangan bakteri. Selama ini masyarakat mengenal antibiotik untuk mengobati berbagai macam penyakit. Namun sebenarnya tidak semua penyakit dapat diatasi dengan antibiotik. Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat diatasi dengan antibiotik. Pemahaman yang kurang tepat untuk indikasi penggunaan antibiotik dan penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan pakainya dapat menyebabkan resistensi (kekebalan bakteri terhadap antibiotik).

Antibiotik adalah senyawa yang dapat menghambat perkembangan bakteri. Selama ini masyarakat mengenal antibiotik untuk mengobati berbagai macam penyakit. Namun sebenarnya tidak semua penyakit dapat diatasi dengan antibiotik. Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat diatasi dengan antibiotik. Pemahaman yang kurang tepat untuk indikasi penggunaan antibiotik dan penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan pakainya dapat menyebabkan resistensi (kekebalan bakteri terhadap antibiotik).

Oleh karena itu pada peringatan Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada tanggal 7 April 2011, WHO (Badan Kesehatan Dunia) mengambil tema Antimicrobacterial Resistance and its Global Spread. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional terjadi di seluruh dunia. Misalnya dosis tidak tepat, lama penggunaan antibiotik tidak tepat, tidak sesuai diagnosis, ataupun membeli antibiotik sendiri padahal seharusnya perlu dengan resep dokter.

Ada beberapa penyakit yang menjadi sebab penyalahgunaan antibiotik. Antara lain adalah demam, nyeri tenggorokan dan diare. Sebenarnya tidak semua demam disebabkan oleh infeksi, dan tidak semua infeksi disebabkan oleh bakteri, sehingga tidak semua demam perlu mendapatkan terapi antibiotik. Untuk penanganan penyakit awal dapat diberikan obat simptomatik untuk mengurangi gejala, sedangkan perlu atau tidaknya diberikan antibiotik perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

Nyeri tenggorokan juga merupakan salah satu penyakit yang sering mendapatkan antibiotik. Padahal nyeri tenggorokan yang bukan karena infeksi bakteri tidak perlu mendapatkan antibiotik. Nyeri tenggorokan yang perlu mendapat antibiotik dapat dinilai menggunakan Issac score, yang menilai usia, adanya tonsil yang meradang, pembesaran kelenjar getah bening daerah leher, demam lebih dari 38°C, dan dominan atau tidaknya batuk yang menyertai gejala nyeri tenggorokan.

Diare lebih sering disebabkan oleh virus yang tidak memerlukan antibiotik. Penanganan awal diare adalah terapi cairan agak tidak terjadi dehidrasi. Untuk melihat perlu atau tidaknya penggunaan antibiotik pada diare antara lain dapat dilakukan dengan pemeriksaan feses.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat pemberian antibiotik adalah indikasi (sesuai dengan jenis bakteri yang mengakibatkan penyakitnya), dosis, lama penggunaan yang tepat, kondisi pasien (umur, berat badan), adanya penyakit lain yang menyertai (misal gangguan ginjal dan gangguan hati yang memerlukan penyesuaian dosis antibiotik).

Bila dokter meresepkan antibiotik, Anda dapat menanyakan kemungkinan efek samping atau interaksi dengan makanan atau dengan obat lainnya. Pemberian antibiotik seyogyanya diminum rutin dan sampai habis, agar kadar antibiotik dalam darah terjaga tetap di atas kadar minimal yang diperlukan untuk membunuh bakteri, dan juga untuk mencegah kekebalan terhadap antibiotik.

Bila Anda menderita sakit, dapat menggunakan obat simptomatik yang dapat mengurangi gejala dan jangan membeli antibiotik sembarangan. Tetapi bila sakit tidak membaik, segeralah periksa ke dokter. Bila dokter meresepkan antibiotik pada Anda, pastikan Anda memahami cara penggunaan, lama penggunaan, kemungkinan efek samping, kemungkinan interaksi dengan obat lainnya.

dr. Ardiana Dinisari, M.Sc., SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit “JIH”

Iiihhhh…BAU BADAN NEH DOK


PERTANYAAN
Yth. dr Retno
Dok saya punya masalah bau badan dan keringat yang sangat berlebih dan sangat
tidak nyaman, sampai-sampai saya memakai pantiliner untuk mengatasi keringat
yang berlebih, badan saya memang bisa dibilang gendut dengan tinggi badan 169
cm, berat badan 79 kg. Penyebabnya apa ya dok? Dan ada pengobatan yang bisa
membantu masalah saya.
Iyan, Jl. Wates, Jogja


JAWABAN
Pertanyaan yang kerap terjadi di kalangan kita-kita ya mas Iyan. Sebelumya
terima kasih sekali pertanyaannya, baik masalah bau badan sebenarnya erat
kaitannya dengan masalah kebersihan. Sehingga BB bisa hinggap di manapun
tanpa memandang segi usia atau jenis kelamin. Tubuh kita mengandung keringat
yang dihasilkan oleh dua kelenjar yang berbeda, yaitu Akrin dan Apokrin. Kelenjar
akrin dihasilkan didaerah dahi, punggung, dan ditanggan yang biasanya kita seka.
Sedangkan kelenjar apokrin justru memilih tempat-tempat yang dipilih untuk
kelenjar adalah ketiak, daerah selangkangan, dan lipatan-lipatan paha, serta di
dalam hidung. Kelenjar ini sifatnya aktif, pada dasarnya keringat yang diproduksi
oleh kedua kelenjar tersebut tidak berbau. Hal ini dikarenakan dalam keringat hanya
mengandung larutan garam dan air, sama halnya keringat yang dikeluarkan oleh
bayi. Kelenjar apokrin yang senang berada di sekitar perakaran rambut, ternyata
mengandung bakteri yang berfungsi dalam proses pembusukan. Proses pembusukan
oleh bakteri inilah yang diduga menimbulkan bau yang tidak sedap di daerah-daerah
lipatan tersebut. Pengobatannya tergantung pada sejauh mana keluhan yang dialami
untuk masing-masing penderita. Pengobatan herbal dapat menjadi salah satu
solusinya atau kembali pada kepercayaan orang tua dulu jika daun kemangi dapat
meminimalisir bau badan yang kurang sedap. Atau dengan menggunakan pilling,
abrasi, scrub dapat membantu mengatasi keringat yang berlebihSemoga bermanfaat,
dan terima kasih atas pertanyaannya.
dr. Retno Danarti, Sp. KK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di RUMAH SAKIT "JIH"
Jam Praktek: Sabtu 17.00-19.00. Appointment di 0274-446-3535

PEGEL DITENGGUK, KENAPA YA PENYEBABNYA?


Banyak pertanyaan yang melatarbelakangi seperti apakah pegal-pegalnya sudah
berulang kali? Apakah ada pencetusnya? Serangannya lebih sering siang atau malam
hari? Apakah disertai mual, kembung, dan perut perih (dibagian uluh hati perih).
Jika Anda mempunyai riwayat menggunakan kacamata minus, apakah baru saja
diganti? Sebagian nyeri kepala tengah yang menjalar ke kepala yang sampai sekitar
mata penyebabnya kebiasaan buru, terutama terlalu lama dibelakang computer,
jadi biasakan maksimal 30 minute dibelakang computer dan istirahat cukup 5 minut
baru memulai dan bekerja kembali dengan computer. Atau nyeri kepala merupakan
tension headache (nyeri kepala tegang) dan jika disertai mual, perut perih (maag).
Apabila ditambah dengan keluhan sulit tidur, pada penderita perempuan usia muda
ini arahnya pada tension headache. Obatnya atau pengobatanya dapat diberikan
istirahatkan mata, hindari kebiasaan-kebiasaan buruk. Obat-obat pengurang rasa
sakit misal paracetamol 2 X 600 mg atau lebih baik dapat dikonsultasikan pada
dokter spesialis saraf, sehingga dapat diberikan terapi yang baik dan lebih tepat.
Semoga jawabannya dapat menjawab pertanyaannya…. (dr. Ismail, Sp. S (K)
Dokter Spesialis Konsultan Saraf di Rumah Sakit JIH Jam Praktek: Rabu jam 14.00-16.00 WIB, Jumat jam 16.00 – 18.00

Batu Saluran Kencing


Batu saluran kemih atau yang lebih kerap disebut batu ginjal, adalah batu yang terbentuk
akibat pengendapan mineral di saluran kemih, baik saluran kemih atas (ginjal) atau saluran
kemih bawah (ureter dan kandungan kemih). Fungsi ginjal adalah menyaring darah yang
mengandung berbagai macam miner dan “sampah” hasil metabolism tubuh. Batu ginjal
terbentuk karena filtrate yang disaring terlalu jenuh oleh mineral dan mineral dan “sampah”
tersebut, sehingga mengendap dan mengeras. Biasanya penderita akan merasakan nyeri
terutama setelah beraktivitas fisik karena adanya pengerakan batu yang bisa menimbulkan
luka dan perdarahan sehingga urine penderita berwarna kemerahan. Batu saluran kencing
(urolithiasis) menyebabkan obstruksi (penyumbatan). Sumbatan cenderung menyebabkan
infeksi, dan infeksi akan merusak nefron (sel-sel ginjal).
Problem utama penderita batu ginjal adalah adanya rasa sakit dan resiko ginjal yang
rusak sedikit demi sedikit dan akhirnya ginjal berhenti berfungsi. Karena itu, batu ginjal
memang sebaiknya diambil dengan tujuan mempertahankan fungsi ginjal. Sesuai
perkembangan teknologi di bidang kedokteran dikembangkanlah tindakan operatif minimal
invasive dan non invasive. Tindakan bedah minimal invasive adalah semua tindakan bedah
yang tidak membutuhkan sayatan lebar dan sebagai penggantinya menggunakan alat bantu
endoskopil, monitor/ layar televise dan instrument khususnya yang memungkinkan dokter
operator tetap dapat melihat organ yang akan dioperasi. Dalam bidang urologi, tindakan
minimal invasive yang dimaksud adalah dengan alat PCNL dan URS yaitu alat pemecah batu
saluran kemih yang menggunakan power ultrasonic atau pneumatic. PCNL digunakan untuk

Kasus-kasus batu yang terletak di ginjal, dan tindakannya berupa pembedahan minimal
invasive di pinggang. Sedangkan URS digunakan untuk batu yang letaknya di saluran kemih
bagian bawah (ureter), dan dimasukkan melalui penis dan urater. Sedangkan tindakan non
invasive adalah tindakan yang tidak memerlukan tindakan pembedahan, yaitu dengan alat
ESWL yang digunakan dari luar tubuh dan menggunakan gelombang shock (kejut).
Keunggulan ESWL ini adalah pasien tidak perlu dibius, tidak perlu rawat inap dan tidak ada
luka sama sekali.

dr Sungsang Rochadi, Sp.B, Sp.U
Dokter Spesialis Urologi di Rumah Sakit “JIH”
Jam Praktek: Rabu dan Sabtu 08.00 – 09.00 (dengan perjanjian di line (0274) 446 3535)

Rumah Sakit JIH menyediakan layanan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL,
URS, dan ESWL. Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi line (0274) 446 3535.